Touring Lampung-Surabaya via Jalur Selatan (Bandung, Tasik, Jogja)

Bro sekalian, ini merupakan kelanjutan dari postingan Solo Touring Kawasaki KLX 150L, Surabaya-Lampung via Pantura beberapa waktu yang lalu. Setelah lebih dari satu bulan berada di kampung halaman di Lampung, waktunya untuk kembali ke Surabaya.

Perjalanan yang lumayan panjang ini saya mulai pada 8 Agustus 2014 yang lalu. Saya memang sengaja memilih jalur selatan, yaitu dari Jakarta menuju Bogor-Puncak-Cianjur-Bandung-Tasikmalaya-Purwokerto-Purworejo-Jogja hingga ke Surabaya. Selain ingin melihat kondisi medan di jalur selatan yang pastinya lebih menantang, dalam perjalanan kembali ke Surabaya ini saya akan mampir terlebih dahulu di Jogja, nengokin kakak dan keponakan saya. Yuk langsung disimak!

Etape 1: Lampung-Jakarta

Perjalanan dari Lampung saya mulai sekitar jam 08.00 pagi menuju Pelabuhan Bakauheni. Perjalanan dari rumah hingga ke Pelabuhan Bakauheni ini sangat cepat karena hanya berjarak 50 kilometer melintasi Jalan Lintas Timur Lampung yang mulus, lebar, dan relatif sepi. Sebelum sampai di Pelabuhan Bakauheni saya berhenti di SPBU untuk mengisi tangki hingga penuh.

Jam 09.00 saya sudah sampai di Pelabuhan Bakauheni yang sudah lumayan sepi karena masa puncak arus balik pemudik sudah lewat. Pembelian tiket kapal di loket pun tidak ada antrean sama sekali. Untuk motor besarta pengendaranya, harga tiket kapal adalah Rp 39.000.

Saya kemudian diarahkan oleh petugas ke dermaga dimana kapal sudah siap berangkat. Kebetulan saya mendapatkan Kapal Dharma Rucitra I yang tergolong kapal paling mewah yang berlabuh di Selat Sunda antara Pelabuhan Bakauheni dan Pelabuhan Merak di Banten.

IMG_20140719_071128

Setelah memastikan motor terparkir dengan aman, saya naik ke ruang penumpang di bagian atas. Cukup menarik karena kapal ini sudah dilengkapi dengan eskalator dan pintu otomatis seperti di mall-mall. Interior di dalam kapal bisa dibilang sangat bersih dengan semua ruangan dilapisi karpet. Penumpang kapal bisa memilih untuk menggunakan ruang lesehan sehingga bisa tidur selonjoran atau duduk di kursi sofa yang nyaman. Bagi yang ingin menyaksikan live music bisa pergi ke ruangan di lantai paling atas bagian belakang kapal. Tidak seperti kapal-kapal lain di Selat Sunda, semua ruangan di Kapal Dharma Rucitra I ini bisa diakses dengan gratis tanpa tambahan biaya lagi. Apalagi seluruh ruangan juga sudah dilengkapi dengan pendingin udara, jadi tidak ada lagi perbedaan antara kelas ekonomi dan VIP, semua diperlakukan sama. Ingin makan? Sudah ada bar dan restoran di dalam kapal dengan harga makanan dan minuman yang sama dengan di mini market, tidak mahal sama sekali. Bagi sopir bus atau truk ekspedisi, operator kapal akan memberikan voucher snack, kopi, dan pijat secara gratis. Luar biasa menarik bukan?

DSC_0588

DSC_0590

Penyeberangan selama kurang lebih 3 jam di Kapal Dharma Rucitra I ini memang tidak terasa membosankan. Jam 12.30 saya sudah turun dari kapal di Pelabuhan Merak. Saya melanjutkan perjalanan menuju Jakarta melalui Cilegon, Banten, dan Tangerang. Lalu lintas menuju Jakarta ini relatif ramai lancar. Kadang plong dan bisa buka gas dengan leluasa, kadang juga lumayan padat, bahkan macet seperti yang terjadi di Kota Banten.

Dengan kondisi lalu lintas yang campur-campur seperti itu, saya sampai di Jakarta Pusat sekitar jam 16.30. Lumayan lama ya untuk perjalanan dengan jarak tempuh sekitar 120 kilometer. Di Jakarta ini saya menginap terlebih dahulu selama dua malam karena Si Ijo KLX 150L sudah minta diservis dan saya juga ada keperluan untuk membeli beberapa barang. Belanja dulu deh.. Hehe.. NEXT

19 thoughts on “Touring Lampung-Surabaya via Jalur Selatan (Bandung, Tasik, Jogja)”

    1. Bisa kok masbro, Via Sukoharjo, jadi dari Klaten ambil arah cawas (CMIIW), kalau saya hafalnya di jalan solo-jogja pas pertigaan yang ada pohon beringin di tengah (kalau dari Klaten kota kurang tahu). Ambil ke arah Timur/Cawas, nembus ke eks Pabrik Gula, terus sampai BRI Cawas, sampe pertigaan ambil kiri (kanan arah ke Pedan).
      Sampe Perempatan kecil ambil kanan / tanya arah menuju SUKOHARJO.
      Ikutin jalan, sambil liat plang arah ke Sukoharjo,
      Sampe ke Sukoharjo Kota / Alun 2, (atau Proliman karena dekat) langsung ke arah timur (Bekonang/Karanganyar),
      Lampu Merah RSUD Sukoharjo
      1. Bisa langsung ambil kiri untuk lewat Bekonang.
      Ikut jalan sampe bekonang lalu ambil kanan untuk Karangnyar.
      2. Lurus ke Timur untuk lewat Waduk Mulur
      Pertigaan ambil ke kiri arah Karanganyar via Polokarto.
      Sampe karanganyar terserah masbro mau lewat jalur utara, atau selatan (Matesih/Giribangun)

  1. Ga lewat tawngmangu ? saya biasa ke jogja lwt jalur ini, rute pegunungan lebih sepi, gak panas n menantang. Btw, banguntapannya daerah mana bro?

  2. wah,keren bgt nih desain webnya.artikelnya juga bagus2 hehe 😀
    sesama pemakai klx nih,saya pake klx s punya kakak yg dah modif full offroad 🙂
    motornya om plat AB,berarti tetanggan nih,saya kebumen om.pas touring om lewat kebumen,keknya lewat jalan bypass yg deket sama kediaman saya neh 🙂
    keren motornya om masih standar,punya saya dah diobrak-abrik kek gini.pasti enak bgt touring jarak jauh pake klx yo om?

    1. Iya kemarin itu lewat by pass kebumen om. Ini plat AB tapi lebih banyak beroperasi di Surabaya, sekarang lagi jarang di Jogja. 😀

      Lumayan enak sih om, kecuali joknya aja yang masih perlu perubahan, kurang nyaman buat jarak jauh.

      1. saya kira jok standar klx dah nyaman bgt,motornya juga enak dipake.sempat dulu touring ke gombong pas inreyen klx,enak tenan.sekarang ga bisa touring lagi coz terondol ckck,ini motornya jarang keluar coz terondol gini takut kondangan sama polisi 🙂
        kalo klxnya punyaku pasti tak standarin lagi biar enak dipake harian,repot kalo dah full offroad gini om

  3. mantab om keren tenan koyok bonek hehehhee…
    lagi rencanain mau single riding jogja – bandung tapi masih awam dan belum tau jalan sama sekali ( ra mudeng babar blas), bisa minta tips & wejangan2 nya om? heheeh 😀

      1. Oke om.,siip2 ntar saya coba.
        akurat juga ya navitel itu om..dg mesin standar knalpot racing kira2 hbs bensin brp liter/km ya om, krn kuda kita gk ada indikator bensin biar gk pake dorong2 di jalan. Heheeehe 😀

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *