Test Ride Singkat Piaggio Vespa Sprint, Motor Mungil yang Cantik

Om dan tante sekalian, tadi malam saya janjian nongkrong bareng teman di warung kopi (warkop). Eh, kebetulan teman saya ini bawa motor barunya, Piaggio Vespa Sprint, yang dibelinya sekitar satu bulan yang lalu. Nggak ada salahnya dong test ride brand skuter asal Italia ini. Yuk om dan tante simak bagaimana impresi menggunakan Vespa Sprint!

Berbicara mengenai Vespa, pasti om dan tante sekalian setuju kalau produk yang dipasarkan oleh Piaggio Indonesia kebanyakan adalah adalah produk yang eksklusif dan premium, tentu dengan banderol harga yang tidak murah. Salah satu produk terbaru yang dipasarkan oleh Piaggio Indonesia adalah Vespa Sprint yang akan coba saya ulas ini.

IMG_20140929_210750

Dari segi desain, Vespa Sprint memang sangat cantik. Ukurannya bisa dibilang cukup mungil, lampu berbentuk kotak, dan jok lebar. Sekilas melihat, tampang Vespa Sprint ini nggak jadul-jadul amat, malah cukup sporty. Cocok banget deh buat anak-anak muda yang ingin bergaya tanpa meninggalkan cita rasa tinggi khas Vespa.

Vespa Sprint menggunakan mesin 154,8 cc single cylinder, 4 stroke, dan 3 valve. Mesin transmisi otomatis dengan pendingin udara ini diklaim mampu memuntahkan tenaga sebesar 8,7 kW/7.500 rpm dan torsi sebesar 12 Nm/5.000 rpm. Mesin inipun sudah lolos uji emisi Euro 3.

Untuk menopang mesin dan body, Vespa memasang ban tubeless berukuran 110/70 untuk bagian depan dan 120/70 untuk roda belakang, yang semuanya berdiameter 12 inch. Kemudian untuk peredamnya, Vespa menggunakan single sided trailing link with hydraulic shock absorber pada bagian depan dan shock absorber dengan empat pilihan settingan yang bisa diubah. Menariknya, Vespa Sprint ini sudah menganut sistem pengereman dual disk brake lho!

Fitur lain yang disematkan pada Vespa Sprint sebenarnya lebih banyak untuk kenyamanan dan kualitas berkendara saja sih, seperti panel digital pada dashboard, lampu belakang LED, wheelbase yang panjang, dan ruang bagasi yang mampu menampung satu helm full face. Selain itu, kapasitas tangki bahan bakar motor mungil ini malah cukup besar, yaitu 8,5 liter, ditambah dengan bensin cadangan sebanyak 0,5 liter.

Begitu naik di atas Vespa Sprint, impresi pertama adalah nyaman karena jok yang lebar dilapis dengan bahan kulit sintetis. Jok yang lebar ini bisa menjamin rasa nyaman dan nggak akan membuat bokong cepat panas. Bagaimana  seat height motor ini? Pendek om dan tante! Dengan tinggi badan 180 cm pasti kaki saya dengan mudah menapak dengan sempurna. Tapi dengan model jok dan body melebar, kaki agak sedikit ngangkang untuk bisa menapak. Jika tinggi badan lebih pendek lagi, pasti butuh effort lebih untuk menapakkan kaki akibat body yang lebar ini.

Saya coba putar kontak ke posisi ON, instrumen digital pada dashboard langsung menyala. Sebenarnya informasi pada instrumen ini sangat minimalis. Hanya ada speedometer yang masih menggunakan jarum meskipun mungkin inputnya digital, fuel meter, oddometer, dan jam. Simple sekali!

Begitu distarter suara mesin yang halus langsung menyala. Coba pelintir gas, agak berat ternyata tarikannya. Nggak seperti skutik-skutik Jepang yang cukup responsif. Selalu ada jeda respon saat saya mencoba membuka gas.

Saya mencoba jalan santai keliling kompleks perumahan. Awalnya agak canggung juga karena ban yang begitu mungil dan ground clearance rendah, tapi lama-lama nyaman juga, meski harus tetap berhati-hati saat menikung dan melibas polisi tidur. Karakter Vespa Sprint jauh berbeda dengan skutik Jepang yang memiliki lingkar roda lebih besar. Cuma yang agak aneh terjadi gejala ndut-ndutan saat dipakai pelan. Gejala ndut-ndutan itu akan hilang sendiri kalau gas dipelintir agak dalam. Kayaknya ini motor nggak mau dipakai pelan. :mrgreen:

Selesai keliling sebentar, langsung balik lagi ke warkop. Impresi saya menggunakan motor ini sih dari sisi mesin, tarikan Vespa Sprint memang kalah responsif dibandingkan dengan skutik Jepang yang kapasitasnya lebih rendah. Mungkin juga ini dipengaruhi oleh bobot body motor yang cukup berat. Gejalan ndut-ndutan tadi juga sedikit menggangu jika belum terbiasa.

Dari sisi desain, saya nggak bisa membantah kalau motor ini sangat cantik dengan mengusung desain Vespa tahun 60an dan 70an, tapi tidak meninggalkan kesan sporty. Mungkin idealnya motor berharga Rp 33 juta ini lebih cocok untuk jalan-jalan santai di akhir pekan saja, bukan untuk kuda beban yang dipakai setiap hari. Sayang banget kalau motor yang cantik, mungil, imut, nan mahal ini harus berdesak-desakan di parkiran yang sebagian besar tidak motorsiawi. :mrgreen:

Monggo kalau om dan tante tertarik dengan motor ini, ada lima pilihan warna lho. Apa saja? Ada Nero Vulcano, Rosso Dragon, Montebianco, Grigio Titanio, dan Blu Midnight. Kalau yang saya coba ini warna Montebianco. Sementara ini sih saya belum teracuni untuk membeli Vespa, nggak tau kalau di lain waktu. :mrgreen:

13 thoughts on “Test Ride Singkat Piaggio Vespa Sprint, Motor Mungil yang Cantik”

  1. Baru sadar ada motorku.. Hehee
    Rem depan udh ABS looh.. Pernah ditest ngerem kenceng dr kecepatan 60an sampe berhenti gara2 sepeda nyelonong nyebrang. Gak selip. Warna di Indonesia cmn ada 4 kak Tyo. Putih, merah, Oren, grey. Kalo yg banyak pilihan warna ya di Primavera.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *