Hallo AHM dan YIMM, Nggak Tertarik Bikin Motor Dual Sport 150 cc?

Belakangan ini terlihat populasi motor dual sport seperti Kawasaki KLX 150 di jalanan semakin banyak. Tidak hanya di daerah pegunungan maupun di perkebunan, tapi juga sudah merambah di perkotaan.

Menurut opini pribadi, motor dual sport memang yang paling cocok digunakan di jalanan Indonesia yang konturnya sangat bervariasi. Mulai dari jalan aspal mulus, berlubang, jalan batu, pasir, off road, bahkan tidak jarang juga mengalami banjir. Motor dual sport juga terkenal dengan torsinya yang besar, jadi cukup lincah untuk kondisi lalu lintas kota yang stop and go, meski tinggi motor ini di atas rata-rata motor sport kebanyakan.

Sayangnya, belum banyak pabrikan motor yang tertarik bermain di segmen motor dual sport ini. Untuk pabrikan Jepang, sekarang ini hanya Kawasaki yang menjual motor dual sport melalui jajaran KLX 150 series. Sementara pabrikan Jepang lain sepertinya masih adem ayem saja. Kalaupun ada brand lain yang ikut terjun ke segmen dual sport, itu juga bukan pabrikan unggulan, seperti VIAR.

Padahal, jika melihat potensinya segmen motor dual sport cukup lumayan juga. Kawasaki misalnya, pada bulan September lalu berhasil menjual KLX 150S sebanyak 2.078 unit dan KLX 150L sebanyak 1.114 unit. Itu belum termasuk motor jenis supermoto D’Tracker 150 yang memiliki basis sama dengan KLX 150, terjual sebanyak 943 unit. Jika ditotal sejak Januari-September 2014, Kawasaki berhasil menjual KLX 150S sebanyak 15.860 unit, KLX 150L 9.972 unit, dan D’Tracker 150 sebanyak 6.194 unit. Cukup lumayan kan?

Ingat, penjualan Kawasaki sebanyak itu dilakukan dengan mematok harga yang cukup mahal untuk spesifikasi motor yang bisa dibilang usang. Sejak diluncurkan, mesin KLX 150 belum pernah mendapatkan upgrade, hanya berkubikasi 144 cc SOHC, 4-langkah, 5 percepatan, berpendingin udara, dan masih menggunakan karburator alias belum injeksi. Power yang dihasilkan juga tergolong kecil, hanya sekitar 11,5 HP/8.000 rpm dan torsi 12 Nm/6.000 rpm. Motor dengan tenaga setara atau malah lebih kecil dari motor bebek 125 cc ini dipatok dengan harga mulai dari Rp 25,6 juta hingga Rp 27,6 juta. Mahal sekali! Jauh lebih mahal daripada motor-motor hi-tech seperti Yamaha New Vixion Lightning (NVL) dan Honda CB150R.

Seandainya Astra Honda Motor (AHM) dan Yamaha Indonesia Motor Manufacturing (YIMM) mau ikutan terjun di kelas dual sport 150 cc ini kemungkinan harga bisa terkoreksi. Kalaupun tidak, konsumen dihadapkan pada beberapa pilihan merk. Tidak melulu dari Kawasaki. Dengan adanya beberapa produk, secara otomatis konsumen akan memilih motor dengan value terbaik, sehingga Kawasaki pun diharapkan akan berbenah dengan melakukan upgrade pada mesin KLX 150.

Untuk motor dual sport ini tidak perlu mesin dengan teknologi tinggi kok. Asalkan berkubikasi 150 cc SOHC, 4-langkah, 5 percepatan, berpendingin udara, syukur sudah injeksi, memiliki power 13-15 HP dan torsi 12-13 Nm/6.000 rpm, suspensi depan teleskopik dan belakang mono shock, serta lingkar roda belakang 18 inch dan depan 21 inch, itu sudah cukup kok. Nggak perlu mesin yang superior dan bisa ngebut sampai 140++ kilometer per jam seperti motor sport fairing.

Bagi AHM sebenarnya nggak akan sulit jika memang berniat memproduksi motor dual sport 150 cc. Lha itu sudah ada mesin Honda Verza yang konon sama dengan mesin motor enduro Honda CRF150F yang sudah sangat teruji dengan baik di arena blusukan.

Sedangkan YIMM mungkin bisa memanfaatkan mesin motor Yamaha NVL untuk motor dual sport ini. Apalagi mesin NVL ini juga sudah digunakan di Yamaha R15 dan katanya Yamaha Jupiter MX King 150 yang saat ini belum keluar. Dengan basis mesin yang sama, pabrikan dapat menghemat cost, sehingga diharapkan harga jual dapat ditekan.

Jika AHM dan YIMM tidak bisa memberikan harga yang lebih murah daripada Kawasaki, setidaknya kedua perusahaan motor raksasa itu bisa menawarkan spesifikasi yang lebih tinggi. Selain itu, dengan lebih banyak pilihan, bisa membuat pasar motor dual sport lebih berkembang. Coba deh sekarang, om dan tante yang sudah punya motor sport naked seperti NVL atau CB150R dan ingin pindah haluan ke motor dual sport, pasti berpikir keras saat ingin meminang Kawasaki KLX 150 karena melihat spesifikasinya yang kalau saya bilang mengenaskan.

Nah, saat ini mulai berkembang komunitas-komunitas adventure yang gemar melakukan riding melalui jalan aspal maupun jalan off road ke tempat-tempat yang belum banyak terjamah. Untuk sementara mereka masih mengandalkan motor-motor sport naked biasa, seperti Vixion, New Vixion Lightning, Scorpio, Bajaj Pulsar, Honda Tiger, dan lain-lain. Memang jumlahnya masih belum banyak. Tapi jika ada pilihan yang lebih baik dari Kawasaki KLX 150, bukan tidak mungkin mereka pindah ke lain hati dengan memilih motor yang murni dual sport. Pasar motor dual sport pun akan semakin berkembang. Itu belum termasuk rider-rider yang hobby enduro, yang saat ini terpaksa menggunakan motor Kawasaki KLX 150 karena tidak ada pilihan lain. Bagaimana Honda dan Yamaha, tertarik bermain di kelas dual sport?

27 thoughts on “Hallo AHM dan YIMM, Nggak Tertarik Bikin Motor Dual Sport 150 cc?”

  1. Manteb tuh ulasannya cucok katanya ayu titing hehe…
    Bnr iku bro heran jg q sm shm n yimm or pabrikn yg lain nih kecuali kmi
    G bkn motor motor dual purpose lokl gt padahal modal mesin sdh ada
    Punyaq aja tak rubah model motart skg hahaha alias motart pio lumayan lah klo pah turun aspal

  2. Setujuh juragan warung.sukur2 bikin bebek dualpurpose biar harganya bsa lbh terjangkau.emang ada matic x-ride sih,tp ngeri pakai metic bwt jln rusak,berpasir,apalagi yamaha terkenal kualitas velgnya yg mudah rompal.smoga ada pabrikan yg memproduksi bebek dualpurpose

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *