Jelajah 4 Taman Nasional di Jawa Timur Part 3: Menelusuri Keindahan Alas Purwo

Dalam “Jelajah 4 Taman Nasional di Jawa Timur”, destinasi kedua yang saya kunjungi setelah Taman Nasional Baluran di Situbondo adalah Taman Nasional Alas Purwo yang berada di Kabupaten Banyuwangi. Sebelum saya menceritakan pengalaman menjelajah Alas Purwo, ada baiknya kalau saya memberikan gambaran singkat mengenai taman nasional yang satu ini.

Alas Purwo merupakan sebuah hutan yang sangat lebat dan mungkin tertua di Jawa dengan luas mencapai 43.420 hektar. Taman Nasional Alas Purwo yang berjarak kurang lebih 70 kilometer dari Kota Banyuwangi ini suda pasti menyimpan berbagai pesona, mulai dari keragaman flora dan fauna, keindahan alam pantainya yang memikat, hingga peninggalan sejarah yang ada di sana. Tapi siapa sangka hutan yang tergolong masih utuh ini juga menyimpan banyak cerita mistis karena terdapat puluhan goa yang biasa digunakan sebagai tempat ritual.

Lalu apa saja sih yang bisa dilihat di Taman Nasional Alas Purwo? Ternyata banyak sekali, di antaranya Pura Luhur Giri Salaka, Situs Kawitan, Sadengan (savana tempat hewan mencari makan), Pantai Trianggulasi, Pancur (sungai yang mengalir ke pantai), wisata goa (Goa Istana, Goa Mayangkoro, Goa Padepokan, Goa Basori, Goa Jepang, dan lain-lain), Pantai Plengkung (lokasi surfing), Ngagelan (tempat penetasan penyu), Bedul (hutan mangrove), dan Cunggur (wilayah pantai bagian barat).

Peta-Akses1

Untuk menuju Taman Nasional Alas Purwo ini tergolong mudah kok. Pada dasarnya ada tiga pintu masuk utama yang bisa menjadi pilihan jika om dan tante ingin mengunjungi Taman Nasional Alas Purwo, antara lain:

  • Pintu Rowobendo: Rowobendo merupakan pintu masuk utama untuk menuju Taman Nasional Alas Purwo. Tentu saja sebagai pintu masuk utama Rowobendo paling mudah diakses. Dari Banyuwangi kita tinggal mengarahkan kendaraan menuju Rogojampi, Srono, Tegaldlimo, Kalipait, dan Pasaranyar hingga masuk ke Rowobendo. Jarak dari Banyuwangi ke Rowobendo dengan jalur ini kurang lebih 70 kilometer.
  • Pintu Bedul: pintu ini paling dekat diakses jika kita datang dari arah Jember. Dari Jember perlu mengarahkan kendaraan menuju Banyuwangi melalui Gunung Gumitir. Sampai pertigaan Benculuk belok kanan menuju Purwoharjo. Dari Purwoharjo tinggal mengikuti arah menuju Wisata Mangrove Bedul Taman Nasional Alas Purwo. Perjalanan dari Jember hingga Bedul menempu jarak sekitar 95 kilometer. Akan tetapi, jika melalui pintu Bedul ini objek wisata yang mudah diakses hanya hutan mangrove Bedul dan pantai di Cunggur. Sementara untuk menuju tempat lain seperti Rowobendo, Sadengan, Pancur, dan lain-lain, kita mesti lewat tengah hutan dengan jalan off road yang nantinya juga akan melalui Ngagelan (tempat penangkaran penyu) sebelum sampai di Rowobendo. Motor bisa dengan mudah melalui jalur ini, sedangkan mobil sebenarnya juga bisa asalkan kita penuh keberuntungan. Jalan yang ada pas sekali untuk satu mobil, dan jika ada pohon tumbang menutup jalan, sudah bisa dipastikan mobil tidak bisa lewat.
  • Pintu Plengkung: Ini adalah pintu yang paling susah diakses karena harus menggunakan speedboat melalui laut dan langsung masuk ke Pantai Plengkung. Bagi wisatawan dari Bali yang uangnya tidak berseri bisa mempertimbangkan jalur ini karena memang lebih cepat jika dibandingkan dengan lewat darat.

Peta-Akses-OTDWA1

Setelah cukup mendapatkan gambaran singkat mengenai Taman Nasional Alas Purwo yuk sekarang simak kelanjutan cerita menjelajah Taman Nasional Alas Purwo ini. NEXT

5 thoughts on “Jelajah 4 Taman Nasional di Jawa Timur Part 3: Menelusuri Keindahan Alas Purwo”

  1. masih banyak goa yang tidak terekspos, jika ingin menjelajah termasuk ketemu macan tutul harus pamandu kusus, para palaku kepercayaan yang sering nyepi di sana
    kalo terus ke G-land tarifnya bule, cukup mahal minimal 450 rb, lebih banyak bulenya dari pada lokalnya

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *