Solo Riding Surabaya-Jogja via Jalur Lintas Selatan (JLS) Part 1/2

Kemarin, bertepatan denga Hari Sumpah Pemuda 28 Oktober 2014, saya melakukan perjalanan dari Surabaya untuk pulang kampung ke Jogja. Riding kali ini memang rutenya agak nyeleneh karena memang ingin mencoba hal yang baru.

Jika biasanya saya menggunakan rute Surabaya-Jombang-Nganjuk-Ngawi-Solo-Jogja, kali ini saya ingin melewati Jalur Lintas Selatan (JLS) dengan rute Surabaya-Kediri-Tulungagung-Trenggalek-Dongko-Lorok-Pacitan-Pracimantoro-Wonosari-Playen-Dlingo-Banguntapan (rumah).

Sebenarnya ini bukan pertama kalinya saya lewat Jalur Lintas Selatan. Saya pernah melewatinya sebelumnya, sekitar pertengahan tahun 2011. Itu berarti sudah lebih dari tiga tahun yang lalu. Waktu itu kondisi jalan rusak parah, khususnya saat melintasi Dongko, Lorok, hingga Pacitan. Kerusakan itu juga masih berlanjut dalam perjalanan dari Pacitan menuju Pracimantoro. Parahnya, waktu itu saya riding sendirian pada malam hari dengan situasi jalanan yang sangat sepi. Benar-benar pengalaman yang mendebarkan. Bagaimana kondisi sekarang?

Perjalanan dari Surabaya ke Jogja via Jalur Lintas Selatan harus ditempuh dalam jarak yang lebih jauh. Jarak tempuhnya kurang lebih 400 kilometer, sedangkan jika lewat jalur tengah hanya sekitar 320 kilometer. Oleh karena itu, saya berangkat dari Surabaya masih sangat pagi, pukul 04.30 WIB, tepat setelah subuh.

Berangkat pagi seperti ini cukup enak. Udara masih cukup sejuk dan nggak macet. Dalam waktu dua jam riding saya sudah memasuki Kota Kediri. Perjalanan kemudian dilanjutkan menuju Tulungagung yang berjarak 25 kilometer dari Kediri, selanjutnya menuju Trenggalek. Dari Surabaya ke Trenggalek ini adalah jalur normal, sedangkan dari Trenggalek sampai Pacitan via Dongko dan Lorok itu baru disebut sebagai Jalur Lintas Selatan di Jawa Timur. Dengan lewat Jalur Lintas Selatan, perjalanan Trenggalek-Pacitan memang lebih pendek jika dibandingkan dengan lewat Ponorogo yang harus memutar dulu.

Sepanjang pengamatan saya, kondisi jalan dari Trenggalek menuju Dongko sangat mulus, tidak ada jalan yang rusak atau berlubang. Serunya lewat Jalur Lintas Selatan ini adalah kondisi jalan yang tidak monoton, melainkan penuh dengan tikungan dan tanjakan. Lalu lintas juga sangat sepi, sesekali saya berpapasan dengan 1-2 kendaraan saja. Pemukiman penduduk juga sangat jarang. Baru ada pemukiman agak banyak ya di Dongko. Di sini juga ada pasar yang membuat perjalanan sedikit tersendat. Sebaiknya isi penuh tangki bahan bakar di Dongko. SPBU ada di Dongko, dan baru ada lagi nanti setelah sampai di Lorok yang jaraknya masih jauh, sekitar 50 kilometer. Alternatif lain ya beli BBM eceran.

IMG_20141028_083212

Perjalanan dari Dongko menuju Lorok juga tidak ada bedanya. Kondisi jalan mulus, penuh dengan kombinasi tanjakan, turunan, dan tikungan, serta sangat sepi. Track yang seperti ini memang sangat sedap untuk melakukan cornering. Paling pas deh untuk para rider yang gemar gali kecepatan sambil miring-miring. Kalau Si Belalang Tempur sih nggak cocok untuk menggali kecepatan dan melakukan cornering, jadi riding seperti biasa saja. Pakai ban pacul mau miring-miring apa pengen ndlosor? :mrgreen:

Dalam perjalanan ke arah Pacitan ini saya melewati PLTU Sudimoro yang terletak di tepi Laut Selatan, sedangkan jalan berada di bukit tepat di atas PLTU. Sebuah pemandangan yang menakjubkan. Apalagi dari kejauhan sudah tampak cerobong PLTU yang menjulang tinggi, membuat saya bergairah untuk memacu Si Belalang Tempur.

Pemandangan tak berhenti sampai di situ. Setelah melewati PLTU Sudimoro, saya disuguhi pemandangan cantik Jembatan Soge lengkap dengan Sungai Soge yang bermuara ke Laut Selatan. Itu belum ditambah dengan pemandangan pasir putih Pantai Soge. Begitu sempurnya. Di jembatan saya berhenti sejenak untuk foto-foto, dan setelah cukup saya tancap gas lagi. Dari Jembatan Soge ini ada track lurus kurang lebih 2 kilometer yang sangat sepi, tepat sepanjang Pantai Soge. Cocok lagi nih buat gali speed. Tapi jangan lupa berhenti dulu di ujung tikungan karena pemandangan Pantai Soge dari atas sangat memukau!

IMG_20141028_100536

Cukup sudah menikmati pemandangan Pantai Soge, track di depan masih berupa berbukitan kapur yang umumnya tandus dan gersang. Tanjakan, turunan, dan tikungan memang harus terus dilibas hingga sampai di Kota Pacitan. Di Pacitan saya berhenti sejenak untuk makan pagi merangkap makan siang.

Saya sangat tidak menduga Jalur Lintas Selatan yang tiga tahun lalu kondisinya sangat mengerikan, dalam artian rusak parah, sekarang sudah sangat mulus dan nyaman. Satu-satunya kekurangan Jalur Lintas Selatan Trenggalek-Pacitan ini adalah minimnya SPBU. Sepanjang jalan hanya ada dua, yaitu di Dongko dan Lorok saja.

Di postingan berikutnya saya akan menulis tentang perjalanan melewati Jalur Lintas Selatan Pacitan-Jogja yang ternyata malah nggak semulus dugaan. Monggo dinikmati video perjalanan dari Surabaya hingga Pacitan ini.

16 thoughts on “Solo Riding Surabaya-Jogja via Jalur Lintas Selatan (JLS) Part 1/2”

  1. mantab om, blognya. saia juga klx user om tapi yang tipe s. saia tinggal di panggul (perbatasan trenggalek pacitan) jadi setelah dongko sebelum lorok. mau revisi sedikit bahwa di panggul ada satu pom bensin. jadi bisa isi di sini dulu sebelum lanjut ke lorok. mampir om klo lewat ke sini lagi. hehehhe

      1. Mungkin yg dimaksud pom bensin lorok disini adl pom bensin panggul. Karena kalo lewat JLS Pacitan secara langsung gak mungkin lewat pom lorok krn harus putar balik, sdgkn kl lwt JLS pertigaan hadiwarno lgsg belok kanan (kalo ke pom lurus). Sedangkan di ulasan ini tidak dibahas Panggul yg letaknya sebelum PLTU Sudimoro. Dimana di Panggul ada Pantai Pelang dan Hotel Ratu utk menginap kalo kemaleman. Hehe… Salam wong Panggul..

        1. Mf maksud sy hadiwarno belok kiri bkn kanan hehe…, jd Panggul itu sebelum PLTU om, msh msk trenggalek, kalo Lorok sesudah PLTU sebelum pantai soge.

    1. Mohon info klo dari Wonogiri ke Munjungan (Trenggalek) lewat JLS rutenya mana ya? Dan kondisi medan jalan bagaimana? Kalo naik mobil memungkinkan tidak? Saya tinggal di Semarang dan asli Munjungan, rencana mudik tahun ini pengen coba JLS. Cari alternatif lain selain lewat Kampak. Trims.

      1. oh kalau dari Wonogiri mau ke Munjungan (Trenggalek) bisa lewat jalan yang ke arah Pacitan (lewat waduk gajahmungkur), jangan lewat yang ke arah ponorogo. jalan aja terus sampai mentok di selatan, nanti udah ketemu JLS pacitan. jalan oke.. mobil bisa lewat.. mungkin kalau nanti pas musim mudik malah udah mulus semua.. sekarang aja cuma sebagian kecil yang jelek.

  2. Om mau tanya, kalo perjalanan dari Surabaya – Jogja lewat JLS butuh waktu brp jam ya? Dan kalo pake KLX habis brp liter bensin?

  3. Min ane minta saran dong kalau dari semarang mau keblitar enaknya via mana ya ?ane nyari viewnya sama jarak yg gk terlalu jauh
    Trnwn
    #amateur

    1. Klau dr Semarang ke Blitar ya lwt jalur tengah (Solo-Madiun-Nganjuk-Kediri-Blitar) aja Mas
      … Klau JLS kejauhan….

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *