Yamaha WR250R akan Pengaruhi Penjualan Kawasaki KLX 250??

Om dan tante, seperti diketahui Yamaha Indonesia Motor Manufacturing (YIMM) baru saja meluncurkan motor trail jalanan atau dual sport Yamaha WR250R, bertepatan dengan hari pertama Indonesia Motorcycle Show (IMoS) 2014, tepat 29 Oktober lalu. Nggak tanggung-tanggung, motor ini dihargai Rp 93 juta OTR Jakarta. Pertanyaannya, apakah Yamaha WR250R akan mempengaruhi penjualan motor sejenis, Kawasaki KLX 250?

Dari segi spesifikasi, nggak ada yang ragu kalau Yamaha WR250R sangat istimewa.. Josss gandosss.. Gimana nggak? Mesin satu silinder DOHC 250 cc ini bisa memuntahkan power yang tergolong besar, mencapai 30 HP/10.000 rpm dan torsi 23,59 Nm/8.500 rpm. Itu belum termasuk part kelas wahid yang terpasang, seperti supensi upside down full adjustable di bagian depan dan mono shock yang juga full adjustable di bagian belakang, sasis aluminium yang ringan tapi sangat kuat, mesinnya pakai valve titanium, dan lain-lain.

klx250-grn

Kawasaki KLX 250 jika dijejerkan memang tampak lebih inferior dari segi spesifikasi. Mesinnya memang sama-sama menggunakan satu siliner 250 cc berpendingin cairan, tapi Kawasaki KLX 250 hanya mampu mengeluarkan tenaga 24 HP/9.000 rpm dan torsi 21 Nm/7.000 rpm. Selebihnya juga tampak lebih inferior, tapi Kawasaki KLX 250 punya keunggulan dari sisi harga. Motor yang sudah lama dijual oleh Kawasaki itu dijual dengan harga Rp 60 jutaan (tergantung daerah). Sangat jauh kan bedanya kalau dibandingkan dengan Yamaha WR250R. Selisihnya sampai lebih Rp 33 jutaan.

Untuk motor dual sport 250 cc ini memang sangat segmented. Kawasaki KLX 250 sekarang ini terjual sekitar 50 unit per bulan, dan Yamaha punya target penjualan WR250R sebanyak 25 unit per bulan. Apakah WR250R ini akan menggerogoti market share KLX 250? Saya pikir nggak.

Yamaha_WR250R_2

Pertimbangan pertama adalah soal harga yang selisih hingga Rp 30 juta lebih. Kedua, ini adalah segmen dual sport, bukan motocross ataupun enduro. Perbedaan ketiga jenis motor itu bisa dibaca di sini. Jadi Yamaha WR250R adalah sebuah motor yang legal digunakan di jalan raya dan di sisi lain bisa nyaman digunakan saat melalui jalur off road. Untuk keperluan ini dipasang ban dual purpose, bukan ban garuk tanah murni. Kebanyakan pembeli motor jenis ini berasal dari kalangan rider yang gemar adventure maupun rider yang ingin memodifikasinya menjadi supermoto.

Kalau tujuannya untuk balap motocross atau enduro, dengan harga yang setara atau sedikit lebih mahal, para rider akan lebih memilih motor yang sudah siap digunakan untuk keperluan itu, seperti Yamaha YZ250, Yamaha YZ250F, Kawasaki KX 250F, KTM 250 SX-F, Honda CRF250X, Honda CRF250R, Husqvarna FC 250 (motocross); Yamaha WR250F, Yamaha YZ250FX, KTM 250 XC-F, Honda CRF250X, Husqvarna TE 250 (enduro). Motor-motor ini sudah siap trabas di sirkuit maupun track enduro, tanpa perlu embel-embel ganti ban dan lain-lain. Bagi kalangan hobby enduro dan motocross dalam kategori hardcore ini rasanya harga sudah jadi urusan yang kesekian. Bedanya, untuk mendapatkan motor-motor ini harus melalui importir umum (IU) kecuali KTM dan Kawasaki.

Kalau dibilang laku, ya pasti ada saja yang beli Yamaha WR250R. Kemungkinan sih malah dari kalangan rider moge yang ingin coba-coba mainan baru di dual sport (dari atas ke bawah). Kalau dari bawah ke atas (upgrade), rasanya kejauhan harganya kalau membidik Yamaha WR250. Paling pas ya Kawasaki KLX 250 yang lebih murah meski memang harus diakui lebih inferior.

8 thoughts on “Yamaha WR250R akan Pengaruhi Penjualan Kawasaki KLX 250??”

  1. Sejujurnya saia Suka motor dual purpose, ya tapi harganya itu loh, padahal cocok untuk kontur jalanan di Indonesia,palagi Jakarta yg banyak galiannya.

  2. jelas lebih milih wr250, kalo pernah ngerasain ganasnya mesin SE yz 250 f pasti lebih memilih wr250 toh ini motor cuma dirubah diberi lampu dan kelengkapan jalan tanpa merubah spek mesin dari yz 250 F

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *