Jelajah Gunungkidul: Cantiknya Pelabuhan Tradisional Pantai Gesing

Balik lagi membahas mengenai “Jelajah Gunungkidul” yang memang memiliki kecantikan alam luar biasa. Setelah cukup puas berada di Air Terjun Sri Gethuk, saya bingung mau ke mana lagi. Maklum lah wong jalan aja tanpa tujuan kok. Tapi kemudian terbersit keinginan untuk menuju Pantai Gesing yang mungkin tidak banyak orang kenal.

Pantai Gesing ini berlokasi di Kecamatan Panggang, tepatnya di Desa Girikarto. Sebenarnya tidak sulit mencari lokasi pantai ini karena aksesnya cukup mudah dengan kondisi jalan yang mulus, kecuali jalan masuk ke arah pantai sepanjang 5-6 kilometer di beberapa bagian jalan mengalami kerusakan. Namun masih bisa dengan mudah dilalui motor atau mobil. IMHO kalau dari Jogja menuju Pantai Gesing ini paling cepat lewat Imogiri-Selopamioro-Panggang atau Parangtritis-Purwosari dibandingkan lewat jalan utama Pathuk-Wonosari-Panggang.

Karena posisi saya saat itu berada di Air Terjun Sri Gethuk yang notabene di Kecamatan Playen, maka saya harus balik arah kembali ke Panggang. Sesampainya di Panggang, jalanan yang dilalui adalah Jalur Lintas Selatan (JLS) yang sudah pasti kondisinya amat sangat mulus.

Tapi, bukan adventure namanya kalau lewat jalan yang mulus-mulus saja. Nah, sekitar belasan kilometer sebelum lokasi jika melewati jalur normal, saya mengajak Si Belalang Tempur untuk sedikit belok kiri di sebuah persimpangan di JLS, melewati jalan yang awalnya mulus tapi kemudian berubah menjadi rusak parah. Bahkan setelah ditulusuri, jalan itu full off road dan tetap dalam kontur khas pegunungan kapur yang naik turun meskipun tidak terlalu ekstrem.

IMG_20141106_142958

Jalan yang saya lewati ini sebenarnya menyusur tepian Pantai Selatan, namun ntah kenapa saya nggak menemukan sama sekali akses jalan menuju pantai dari sini. Padahal saya sangat berharap menemukan sesuatu (pantai) yang baru, sayangnya gagal. Kawasan itu sendiri didominasi oleh ladang warga yang lumayan gersang, terutama setelah musim kemarau berkepanjangan.

Mungkin belasan kilometer saya melintasi jalur off road ini dengan pemandangan yang cukup menarik, berupa ladang yang bertingkat0tingkat membentuk seperti terasering. Terlihat ibu-ibu maupun bapak-bapak sibuk mengurus kebun mereka. Sesekali mereka menatap heran dengan kehadiran saya yang masuk ke area perladangan dengan kostum lengkap, mulai dari helm, jaket, celana riding, hingga boots.

IMG_20141106_143159

Salah satu hal unik yang saya lihat di wilayah ini adalah para warga banyak yang memelihara dan menaruh kandang sapinya di ladang. Padahal ladang ini jauh dari area pemukiman warga lho. Saya kurang paham apakah mereka juga tinggal di ladang ini atau membawa pulang sapinya saat mereka pulang ke rumah di sore hari. Yang jelas di tengah ladang seperti itu saya hanya melihat kandang sapi beserta sapinya, tidak terlihat adanya rumah di sana.

Ada kali ya belasan kilometer yang saya lalui di jalur off road seperti ini dengan kondisi naik turun nggak jelas hingga akhirnya saya kembali menemukan pemukiman dan tembus di jalan raya. Rupanya dari tembusan ini sudah tidak jauh dari akses masuk ke Pantai Gesing. Ya sudahlah, belok kiri ke arah Pantai Gesing dengan kondisi jalan yang relatif baik. Beberapa bagian ada yang bolong, tapi masih sangat motorsiawi kok.

Sesampainya di lokasi, langsung parkir motor di halaman yang luas tepat di depan warung makan. Menariknya, halaman ini berada di atas bukit, sehingga kita bisa melihat hamparan teluk dan pantai berpasir putih yang sangat cantik dari atas. Belum lagi perahu-perahu nelayan berwarna-warni membuat Pantai Gesing semakin memikat.

IMG_20141106_151705

Untuk informasi saja, Pantai Gesing adalah tempat para nelayan melaut untuk mencari ikan. Pantainya sendiri sangat sempit dan pengunjung juga tidak diperkenankan berenang. Terlihat dari atas, tidak jauh dari bibir pantai langsung berupa laut dalam. Sangat riskan berenang di pantai sepert ini.

Sebagai pantainya nelayan, Pantai Gesing sudah dilengkapi dengan Tempat Pelelangan Ikan (TPI). Wisata yang paling menarik di Pantai Gesing, selain melihat keindahannya yang memukau, tentu saja adalah kuliner hasil tangkapan laut. Beberapa warung menyediakan masakan hasil laut yang sangat layak dicoba. Ya konsepnya nggak jauh beda dengan Pantai Depok atau Pantai Baron, di mana kita bisa beli ikan sendiri sesuai selera di TPI, kemudian meminta warung-warung itu untuk memasaknya. Atau jika malas beli ikan ke TPI bisa langsung pesan menu yang sudah ada.

Tidak seperti pantai lain yang mengenakan retribusi kepada pengunjung, di Pantai Gesing ini wisatawan bebas masuk tanpa dipungut biaya. Monggo nikmati keindahan alam Pantai Gesing sepuasnya dengan gratis. Syukur kalau mau membeli ikan di TPI atau memesan makanan di warung untuk lebih mengembangkan perekonomian masyarakat sekitar.

10 thoughts on “Jelajah Gunungkidul: Cantiknya Pelabuhan Tradisional Pantai Gesing”

  1. itu sapi-sapi / ternak yg lain emang ditinggal di kandang mas.
    dulu pernah ada peristiwa ‘teror gerandong’ dimana ternak banyak yg dimangsa sesuatu yg tdk jelas. hanya isi perutnya yg diambil, dagingnya ditinggal. diduga itu ulah hewan sejenis serigala, tapi blm ada bukti. terjadi di sepanjang pantai selatan gunungkidul.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *