Ganti Sprocket Standar KLX 150L dengan Ukuran 50T, Tarikan Lebih Joss!

Kemarin saya baru saja mengganti sprocket atau gir belakang standar Si Belalang Tempur Kawasaki KLX 150L dengan ukuran 50T. Kenapa? Saya merasa tarikan KLX 150L dengan sprocket standar masih kurang galak, terutama kalau nemu tanjakan yang lumayan tinggi.

Sprocket standar KLX 150L sebenarnya sudah cukup besar dengan ukuran 14 di bagian depan dan 47 di bagian belakang, berbeda dengan KLX 150S yang hanya menggunakan sprocket berukuran 14-44. Hal itu menyesuaikan ukuran roda KLX 150L yang memang lebih besar daripada KLX 150S.

IMG_20141112_105204

Dengan mengganti sprocket belakang yang lebih besar, diharapkan tarikan motor akan lebih mantap tanpa menyentuh sektor mesin. Sektor mesin memang tidak saya otak-atik sama sekali, termasuk knalpot yang dibiarkan standar apa adanya. Selain mengganti sprocket belakang yang lebih besar, cara lain yang bisa dilakukan adalah dengan mengganti sprocket depan dengan ukuran lebih kecil. Intinya adalah untuk memperbesar rasio gir.

Saat menggunakan sprocket standar, maka akan menghasilkan rasio 47/14=3,357. Kemudian saat sprocket belakang diganti menjadi 50, maka rasionya adalah 50/14=3.571. Atau bisa juga mempertahankan ukuran sprocket belakang dan mengganti sprocket depan dengan ukuran 13. Berdasarkan perhitungan akan mendapatkan rasio 47/13=3,615. Artinya terjadi kenaikan rasio, dan ini secara tidak langsung akan menaikkan torsi motor.

IMG_20141112_112418

Bagaimana jika diganti dengan sprocket yang lebih besar lagi? Bisa saja diganti ukuran 55 atau malah 58.. Tarikan dan kemampuan di tanjakan memang akan semakin menggila, tapi juga akan memiliki kelemahan. Semakin besar rasio, maka konsumsi bahan bakar akan semakin boros dan top speed turun secara drastis. Jika motor hanya digunakan untuk trabas atau enduro sih nggak masalah. Masalahnya, motor ini juga dipakai untuk harian. Nggak lucu kalau top speed cuma sampai 60 km/jam kan?

Penggantian sprocket saya lakukan di Samodra Motor Jogja. Sprocket merk SSS berukuran 428 x 50T saya dapatkan dengan harga Rp 80.000 saja. Mumpung ganti sprocket, sekalian ganti rantai menggunakan TDR 428 (sesuai sprocket) dengan harga Rp 170.000. Pak Heru pemilik Samodra Motor sebenarnya menawarkan rantai merk DID yang diklaimnya lebih bagus dengan harga Rp 200.000. Tapi saya pilih yang lebih murah aja deh.

Selain ganti sprocket dan rantai, Si Belalang Tempur juga dipasangi roller rantai baru. Akhirnya saya dapat roller rantai ini setelah sekian lama mencari di dealer resmi tidak pernah ada. Mumpung ada barang, saya minta tambah dua roller rantai lagi buat stok, masing-masing harganya Rp 10.000. Lebih mahal daripada di delaer yang cuma Rp 5.000, tapi nggak ada barangnya. Sprocket, rantai, roller rantai tiga biji, dan ongkos pasang total habis Rp 300.000.

IMG_20141112_102932

Bagaimana impresinya? Setelah mengganti sprocket belakang dengan ukuran 50, torsi dan tarikan Si Belalang Tempur memang jadi jauh lebih nendang dibandingkan standar. Itu untuk jalan yang landai saja, saya belum nyoba untuk kondisi tanjakan. Dengan mengganti sprocket ukuran 50 ini top speed sedikit mengalami penurunan. Jika sebelumnya top speed bisa mencapai 115 km/jam, kini top speed hanya 100 km/jam saja. Ada penurunan, tapi nggak drastis karena kenaikan ukuran sprocket tidak terlalu tinggi dibandingkan yang standar. Semoga bisa jadi referensi.

15 thoughts on “Ganti Sprocket Standar KLX 150L dengan Ukuran 50T, Tarikan Lebih Joss!”

  1. sebaiknya dites di dyno meter mas bro. biar ga boros. tentukan torsi terbesar di rpm berapa? biar kebutuhan di jalan raya juga cocok. memang raihan top speed ga turun signifikan. tapi putaran mesin di situ mesti teriak dan dalam hitungan waktu raihan top speed lebih lama dibanding sebelumnya. pengalaman soalnya 🙂

  2. pantesan liat bengkelnya gak asing, ternyata emang bengkel e Mr.Heru…heheh

    betul bro, klo masih untuk dual purpose alias masih ngaspal masih enakan 14-50 IMHO, klo trabasan pengalaman enak 14-55 ato sekalian ke 13-55 karena gak butuh top speed. Cuma emang klo buat harian biasanya lebih boros dikit, soal e klo jalan rata2 50-60km/j bukaan gas sama RPM jd agak naik dikit.

    ====================================
    bro nak iso mbok artikel e ditambahi ulasan event trabasan sama modifikasi motor, baik pabrikan maupun odong2, tak tunggu 😀

  3. Bro brarti kalo mau top speed nambah dan nafas mesin panjang gir belakang diturunin ya? Karena kebalikan dr gir belakang yg dinaikin topspeed jd berkurang, gitu kan? Soalnya kendala ane naik klx ini nafas mesin pendek bgt, bentar2 minta tambah gigi.

  4. Motor ane klx 150s 2013 modif supermoto mas….sekarang pake gear 13-44 rantai standar tp msh krg kerasa bwt freestyle….mohon petunjuk upgrade gear dan rantai biar enk maen freestyle

  5. motor DT ane baru ganti gear ke 13/44 top speed nya berkurang drastis jadi 70km/jam yang sebelumnya 14/41 top speed nya sampai 110km/jam.
    kalo pake gear 31/15 gimana efek nya ya gan?
    ane pengen maksimalkan top speed..

    1. Mas saya pake dtarcker 150 2013,awal nya pakai ring 14/14 tapi sekarang udah diganti pakai velg ukuran 16/19,cocok nya diganti gear ukuran berapa ya mas buat motor saya..

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *