Brazil Sudah Punya Dual Sport Yamaha XTZ 150 Crosser, Indonesia Kapan?

Well, sepertinya pengguna motor, khususnya pecinta motor dual sport di Brazil cukup dimanjakan oleh produsen. Di sana cukup banyak pilihan motor dual sport, mulai dari kubikasi rendah hingga kubikasi tinggi.

Di kelas 150 cc misalnya, selain ada Honda NXR 150 Bros yang kemudian di-upgrade menjadi Honda NXR 160 Bros, juga ada Yamaha XTZ 150 Crosser. Motor yang saya sebut terakhir ini sudah diluncurkan Yamaha Brazil sejak awal tahun ini.

Desain Yamaha XTZ 150 Crosser ini sangat menarik menurut saya. Modelnya tajam, meruncing, khas motor-motor Yamaha. Joknya terlihat lebar dan nyaman, nggak beda dengan Honda NXR 160 Bros. Sedangkan pada bagian spakbor depan menggunakan spakbor biasa, seperti motor sport pada umumnya. Mungkin Yamaha XTZ 150 Crosser ini memang didesain dengan fungsi yang lebih banyak sebagai kendaraan urban daripada kendaraan untuk jalur off road. Lewat jalur off road ya bisa lah, tapi dalam kategori ringan.

Sektor mesin motor ini tergolong biasa saja. Kapasitas 149,3 cc, SOHC, 4-Tak, 2 valve, 5 percepatan, dan berpendingin udara. Tenaga yang dihasilkan juga tidak besar, hanya 12,4 HP/7.500 rpm dengan torsi sebesar 1,29 kgf.m/6.000 rpm. Tenaga sebesar ini kurang lebih sama dengan Kawasaki KLX 150.

Pada bagian kaki-kaki, Yamaha XTZ 150 Crosser menggunakan suspensi teleskopik pada bagian depan, yang menurut saya terlalu cungkring untuk motor dual sport, sedangkan pada bagian belakang menggunakan mono shock. Bannya sendiri menggunakan ukuran 110/90-17 (belakang) dan 90/90-19 (depan). Pada bagian pengereman sudah menggunakan cakram di roda depan, sementara roda belakang masih menggunakan rem tromol. Ini yang agak disayangkan.

Dari segi dimensi, motor ini cocok lah untuk pasar Indonesia. Bodi nggak besar, malah tergolong ramping. Beratnya saja hanya 120 kilogram, dengan tangki bahan bakar berkapasitas 12 liter. Ground clearance masih oke, setinggi 235 mm, dan seat height nggak begitu masalah bagi orang Indonesia kebanyakan karena hanya setinggi 836 mm.

Kalau seandainya Yamaha Indonesia Motor Manufacturing (YIMM) tertarik memproduksi motor dual sport, tinggal comot saja desain Yamaha XTZ 150 Crosser dari Brazil ini. Desain seperti ini sudah oke kok, tinggal suspensi depan diganti dengan yang lebih besar. Syukur-syukur pasang suspensi gambot kayak Byson. Rem juga mesti pakai cakram depan-belakang. Itu wajib sih kalau buat pasar motor Indonesia. Masa’ iya motor sport pakai tromol? Nggak ada yang salah dengan rem tromol, tapi konon rem cakram menambah kegantengan motor. Hehehe.. Soal mesin, bisa saja menggunakan mesin 150 SOHC punya NVL.

Sekarang masalahnya, YIMM tertarik nggak produksi motor dual sport seperti ini? Kalau ngomongin pasar jelas ada, meskipun nggak akan sebesar Yamaha NVL. Setidaknya ini bisa jadi pelengkap pasukan motor sport Yamaha dalam menghadapi gempuran Astra Honda Motor (AHM). Selain itu biar Kawasaki KLX 150 nggak melenggang sendirian. Harganya disamakan dengan Yamaha NVL atau sedikit di atasnya juga nggak masalah. Sejelek-jeleknya dibenturin sama Kawasaki KLX 150 deh harganya. Gimana, tertarik nggak YIMM?

16 thoughts on “Brazil Sudah Punya Dual Sport Yamaha XTZ 150 Crosser, Indonesia Kapan?”

  1. Mending WRseries y yg cc kcl aja kyk dieropa
    Klo di eropa 125cc disini kan bs tuh basic NVL or R15 juossss wes….
    Tp klo XTZ ni basicnya byson…
    Klo saran se buat nandingi honda NXR mending model WRseries manteb tuh…misal harga diatasnya klx 150 dikit gpa2 or dibenturin sm klx150L manteb tuh…hehehe judule ngimpi klo speknya kyk klsnya WR125CC dg di upgrade 150 dgn basic NVL or R15…
    Tp emg skg nih atpm sdh saatnya mengatap motor motor dualpurpose
    Slm satu jalur…

  2. Dari spek mesinnya pasti itu mesin fz16 v2.
    Seandainya yimm mau masukin segmen dual sport semoga bukan ini. Tapi WR 150 jadi seperti halnya WR125 yang mesinnya setype ama vixion. Tentunya desain WR lebih enak dilihatnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *