Ternyata Begini Tho Posisi Tangan dan Kaki yang Benar Saat Riding

Om dan tante sekalian, meskipun kita sudah bisa dan biasa mengendarai motor selama bertahun-tahun, tapi rupanya belum tentu teknik berkendara yang kita gunakan itu benar. Itu juga berlaku untuk saya. Hehe..

Nah, kali ini Instruktur Safety Riding Main Dealer Honda Jawa Barat PT Daya Adicipta Mustika (DAM) Aldea Henry seperti dilansir oleh detikOto, memberikan tutorial mengenai posisi tangan dan kaki yang benar saat riding. Bagaimana caranya?

Menurut Aldea, posisi tangan yang benar saat mengendarai motor adalah mengepal dengan penuh di stang. Jangan sampai ada jari tangan yang keluar dari kepalan stang. Nah lho!

Sudah pada mahfum kan kalau sebagian besar dari kita memposisikan jari tangan kiri di tuas kopling (untuk motor sport) dan jari tangan kanan standby di tuas rem. Pertimbangannya adalah agar tangan selalu siap dan menghasilkan reflek yang baik ketika ada hambatan di depan. Ternyata itu salah lho! Posisi jari tangan siap menekan tuas kopling dan rem malah akan membuat kontrol kita terhadap motor menjadi berkurang. “Kalau tidak menggunakan rem, usahakan tangan mengepal di stang dengan full. Jadi handling akan full,” ujarnya.

Selain itu, jika ada jari yang standby di tuas rem, kemungkinan rider akan sering reflek atau bahkan tidak sengaja menarik tuas rem. Itu akan menghidupkan lampu rem belakang yang bisa membuat pengendara lain di belakang menjadi kagok. “Kalau bisa, tangan lebih baik full di stang untuk memaksimalkan keseimbangan motor. Karena keseimbangan sepeda motor semuanya ada di stang,” katanya lebih lanjut.

Sementara itu, jika sebagian jari tangan terus-menerus memegang tuas kopling, sering kali secara nggak sadar tangan kita ini menarik tuas kopling tersebut. Itu akan menyebabkan pemborosan pada kampas kopling. Jadi lebih baik tangan terus berada di stang jika tidak perlu memerlukan penggunaan kopling atau rem.

Menurut pandangan saya pribadi, cara seperti ini sangat cocok digunakan ketika dalam perjalanan jarak jauh, seperti saat touring, atau ketika jalanan memang nggak terlalu padat. Coba kalau jalanan macetnya kayak Jakarta atau Surabaya, modyaaar wes.. Susah mau pakai cara seperti ini. Tangan dijamin keriting narik tuas kopling dan rem terus-terusan. :mrgreen:

Bagaimana untuk posisi kaki? Yang benar itu posisi paha harus menjepit tangki bahan bakar. Ini berlaku untuk motor sport sih. Dengan posisi ini rider bisa dengan mudah menjaga keseimbangan motor dengan maksimal, meskipun melalui jalan berlubang sekalipun. Selain itu, posisi telapak kaki harus standby di pedal rem dan transmisi.

Bagaimana om dan tante? Sudah memposisikan tangan dan kaki dengan benar saat riding? Saya sih belum :mrgreen: . Saya terbiasa menempatkan dua jari untuk standby di tuas kopling dan dua jari di tuas rem. Heuheuuu.. Tapi sekarang mulai membiasakan diri untuk secara penuh tetap berada di stang saat kopling dan rem tidak digunakan.

Contact Me:

13 thoughts on “Ternyata Begini Tho Posisi Tangan dan Kaki yang Benar Saat Riding”

  1. Kalo saya jari telunjuk kanan wajib di handle rem, gunanya supaya ketemu jalan bergelombang atau poldur gas nya tidak terganggu (tarik/kendur)
    Intinya gak sependapat sama si instruktur.

  2. Betul itu kurang setuju pernah dl mempraktekan tangan ngepal semua..ehhh tiba2 ada orang nylonong nyebrang g pakai sen or aba2 y sdh tangan mau narik handle rem sdh telat /sekian detik y sdh tak terak wae gubrak…enak tenan
    Klopun g megang yg watal reflek kaki injak rem blakang yg ada malah motor banting ke kanan or kekiri tergabtung reflek stang kemudi karena posisi mendadak ngerem…hehehe coba aja klo g percy
    Q stuju klo satu jari stanby di handle rem cis teknik spt instruk berlk untuk sirkuit or tes jln bkn dijln umum lain ceritanya hehehe piss…

  3. saya msh menyukai cara lama. Jari msh di handle kopling dan rem depan. Trade off kampas kopling lbh cepat aus gak masalah, drpd ubah cara yg sdh pas..btw tetep joss infone kang bro..

  4. tangan menggenggam full memang memberikan kendali penuh, tapi hanya berlaku

    1. untuk balapan
    karena balapan kan ga ada orang nyebrang, ga ada angkot yg berenti mendadak, dll

    2. untuk jalan santai
    kecepatan tidak lebih dari 20kmh, kalo pelan ya ga butuh ngerem mendadak…

    safety riding yg aneh!

  5. hmm… udah biasa tangan di tuas rem dan tuas kopling.. setuju banget kalo untuk jarak jaur or turing baru dah tangan full genggam stang.. tapi kalo untuk kondisi jakarta yang macet plus banyak rider yg sruntulan, kayanya tangan mesti standby di tuas rem n kopling…

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *