Cara Pengereman yang Benar Menurut Instruktur Safety Riding Honda

Well, pengereman merupakan salah satu aspek keselamatan yang utama saat riding. Apalagi saat musim hujan seperti ini, cara pengereman yang baik dan benar harus diterapkan untuk menghindari kecelakaan. Lalu, seperti apa sih teknik pengereman yang benar?

Menurut Instruktur Safety Riding Main Dealer Honda Jawa Barat PT Daya Adicipta Mustika (DAM) Aldea Henry, pengereman yang tepat itu menggunakan porsi rem depan yang lebih besar daripada rem belakang.

Dia mengatakan, pengereman yang baik adalah dengan kombinasi antara rem depan dan belakang. Tapi melihat dari sisi gravitasi bumi, saat pengereman pasti motor lebih condong ke depan, sehingga akan lebih baik kalau rem depan mendapatkan porsi yang lebih besar.

“Melihat gravitasi bumi, kalau misalkan kita mengerem otomatis badan kita ke depan. Kalau misalkan menggunakan rem belakang saja, itu nggak ada gravitasinya, malah melawan gravitasi. Akhirnya, kalau terlalu kencang (dan menginjak tuas rem belakang) ban belakang pasti sliding atau ngesot. Itu berbahaya,” ujarnya.

Sebenarnya besaran komposisi antara rem depan dan belakang tidak ada angka yang pasti. Tapi, kata Aldea, umumnya bisa menggunakan komposisi 60 persen untuk rem depan dan 40 persen untuk rem belakang. “Tapi kalau di jalanan dalam keadaan sekarang tidak mungkin seperti itu. Biasanya, depan lebih kuat dibandingkan belakang. Depan bisa 70, bisa 80, rem belakang bisa tidak dipakai,” kata Aldea.

Walaupun pengereman yang maksimal adalah menggunakan rem depan, bukan berarti bisa digunakan di berbagai kondisi lho. Saat kondisi hujan penggunaan rem depan bisa dikurangi menjadi 40 persen, sementara rem belakang ditambah menjadi 60 persen. “Tergantung situasi. Harus dengan feeling juga, feeling-nya kita yang atur,” ucapnya.

Hal lain yang diungkapkan Aldea adalah dalam pengereman diawali dengan pengosongan gas dan dilanjutkan dengan menarik tuas rem menggunakan empat jari agar pengereman lebih maksimal. Selanjutnya, penarikan tuas rem itu dilakukan secara perlahan dan semakin lama semakin kuat. Sistem mengocok rem juga nggak baik. “Kalau tipe sport saat mengerem, rem dulu setelah itu baru kopling ditarik,” ujar Aldea.

Nah, gimana om dan tante, apakah sudah mengaplikasikan teknik pengereman dengan benar? Ada baiknya sih kita selalu waspada dengan situasi dan kondisi jalan, kemudian teknik pengereman yang bener juga harus diaplikasikan agar terhindar dari kecelakaan. Safe ride ya!

Contact Me:

11 thoughts on “Cara Pengereman yang Benar Menurut Instruktur Safety Riding Honda”

    1. nggak kepake bukan berarti dilepas kan om kobay? hahaha

      aku juga jarang sih pakai rem belakang.. kecuali kalau pas drifting di jalur off road, biar cepet belok, malah pakai full rem belakang 😀

  1. Kalo bawanya manual 4 stroke, bisa dibantu dengan engine brake.
    Rem depan saya malah biasa pake 2 jari doang. Telunjuk & tengah. Jari manis & kelingking tetap standby buat muntir throttle. Keep the acceleration optimum. Kecuali kalo panic brake. Jarang2 kan ya. Itu udah reflex sensor yg bekerja. Kadang bisa sambil main body segala. Buat ngontrol drift biar ga over. Roda nge-lock malah bikin repot

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *