Selain Trail, Mestinya VIAR Juga Produksi Varian Supermoto

Pabrikan motor lokal, VIAR, saat ini sedang cukup gencar dalam memasarkan motor trail terbarunya, yaitu VIAR Cross X 200 dan Cross X 200 SE. Bahkan untuk memperkenalkan ketangguhan motor ini kepada konsumen, VIAR menggelar adventure keliling Indonesia bertajuk “VIAR Jelajah Indonesia”, sebuah perjalanan dari Sabang sampai Merauki sejauh 25.000 kilometer dengan menggunakan motor trail Cross X 200 dan Cross X 200 SE.

Apakah acara itu efektif? Ntahlah, yang penting VIAR sudah berupaya memperkenalkan produknya hingga ke pelosok negeri, termasuk mempromosikan pariwisata di Indonesia. Untuk penjualannya sih nggak tau pasti, karena kalau nggak salah VIAR ini nggak tergabung dalam AISI, jadi berapa unit penjualannya hanya VIAR yang tau.

Mumpung sudah kepalang basah main di segmen trail, kenapa VIAR nggak mencoba terjun sekalian di segmen supermoto? Toh basis motornya sama saja. Sasis, mesin, dan lain-lain common part dengan Cross X 200. Perbedaannya nanti tinggal pada spakbor depan dan ban, di mana untuk supermoto menganut ban berorientasi jalan raya berukuran 17-17 inch dengan tapak lebar. Selebihnya sama saja semuanya.

VIAR_Jelajah_Indonesia_4

Kalau Cross X 200 dan Cross X 200 SE menargetkan konsumen di daerah-daerah, terutama di kawasan pegunungan dan perkebunan yang butuh motor dual sport, maka varian supermoto ditargetkan untuk konsumen di kawasan perkotaan. Jika nggak mempan di kota-kota besar karena gengsi terhadap sebuah merk yang cukup gede, mungkin bisa dicoba di pasar kota-kota sekunder dan tersier. Ya sekelas kota-kota kabupaten gitu lah. Intinya sih nanggung sudah punya varian dual sport nggak sekalian nyemplung ke supermoto.

Sekarang bisa dibilang pemain supermoto kubikasi kecil cuma satu, Kawasaki, melalui D’Tracker 150. Ada sih Benelli Python 200, tapi ya ntah penjualannya kayak apa. Bisa jadi nggak laku, lha wong harganya malah mepet ke D’Tracker kok. Padahal basis motor dan mesin dari China, walaupun mengusung merk Italy. Nah… Mungkin kalau VIAR bikin supermoto, harganya dibuat tidak jauh dari Cross X 200, kisaran Rp 18-20 juta. Lumayan dengan basis motor yang sama bisa menambah market share.

Contact Me:

6 thoughts on “Selain Trail, Mestinya VIAR Juga Produksi Varian Supermoto”

    1. penjualan d’tracker sekarang antara 700-1.000 unit per bulan yak? lumayan juga sih kalau viar bisa rebut 30 persen aja. perusahaan gurem sih angka 200-300 unit per bulan sudah sangat berharga

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *