10.000 Kilometer Pertama dengan ‘Si Belalang Tempur’ KLX 150L

Well, nggak terasa ‘Si Belalang Tempur’ Kawasaki KLX 150L sudah berumur delapan bulan. Dalam kurun waktu tersebut, Si Belalang Tempur sudah menemani saya riding dan menempuh jarak 10.000 kilometer.

Nggak terlalu banyak memang mileage yang didapatkan oleh Si Belalang Tempur, karena motor ini memang sehari-hari cuma dipakai keluar dengan jarak yang relatif pendek. Paling sehari rata-rata hanya menempuh 10 kilometer. Mileage yang didapatkan sejauh itu lebih didominasi oleh perjalanan jarak jauh. Lalu, bagaimana kesan-kesan dengan Si Belalang Tempur setelah delapan bulan dan 10.000 kilometer?

So far nggak ada kendala yang berarti. Si Belalang Tempur nggak pernah rewel ketika menemani saya riding ke mana saja. Semoga memang sehat terus dan jangan sampai ada kendala. Spare parts bisa dibilang belum ada yang diganti kecuali roller rantai yang sudah hancur dalam waktu dua minggu setelah pembelian motor. Pergantian parts lain seperti rantai dan sprocket belakang dilakukan bukan karena kualitas aslinya yang jelek, tapi saya menginginkan performa yang lebih baik.. Itu saja sih.. Parts lain-lain masih ori semua, belum ada yang diganti.

Dari segi perawatan juga cukup simpel sebenarnya. Tinggal ikuti saja perawatan seperti petunjuk buku servis dan buku manual. Umumnya Si Belalang Tempur menjalani servis berkala setiap 3.000 kilometer. Setiap servis ini sudah bisa dipastikan ganti oli. Oli yang digunakan pun hanya Kawasaki Genuine Oil sebanyak 1,3 liter sekali ganti. Nah, setiap servis saya juga mengganti filter oli biar lebih joss.

Sepanjang delapan bulan pertama ini biaya yang dikeluarkan untuk servis Si Belalang Tempur masih relatif bersahabat soalnya dapat gratis jasa servis sebanyak lima kali. Sekarang baru digunakan empat kali, berarti masih sisa satu kali lagi nanti saat 12.000 kilometer atau tepat satu tahun, mana yang dicapai lebih dulu. Biasanya untuk servis saya hanya mengeluarkan biaya oli Rp 45.000 per liter dan filter oli Rp 12.500. Nantinya saat jasa servis gratis sudah habis saya perlu mengeluarkan biaya ekstra sebesar Rp 60.000 untuk jasa servis. Nggak terlalu mahal lah untuk motor Kawasaki.

Mungkin di servis berikutnya (12.000 kilometer), mumpung masih ada gratisan jasa servis satu kali lagi, saya mau ganti kanvas kopling sama busi biar pengeluaran nggak terlalu membengkak ke depannya. Part lain yang perlu diganti adalah kanvas rem depan yang sudah mulai menipis, sedangkan yang belakang masih utuh. Maklum saja, untuk pengereman, saya 80 persen menggunakan rem depan, sementara sisanya baru rem belakang. Malah kadang rem belakang nggak terpakai sama sekali.

Nah, itu saja sharing tentang Si Belalang Tempur yang sudah berumur delapan bulan dan 10.000 kilometer. Mungkin ada om dan tante yang ingin sharing pengalaman mengenai Kawasaki KLX 150 atau D’Tracker  150, monggo!

IMG_20141102_101512

Contact Me:

7 thoughts on “10.000 Kilometer Pertama dengan ‘Si Belalang Tempur’ KLX 150L”

  1. Om mau tny dong… berat saya sekitar 90kg dgn tinggi 168cm, mnurut Om 150L cukup kuat membawa postur saya? Terutama pada saat tanjakan? Trims.

    1. Kuat ko om.motor saya juga belalang tempur om.berat saya 104 kg.motor klx saya udah saya pake touring ke pantai sawarna.dan itu aman aman aja.tapi ada saru kendara dan membuat saya jadi ga betah.mesin cepet panas.thanks

  2. Umur klx saya baru 7 bulan tapi kilometer udah 13000-an, sejauh ini disektor mesin gak ada yg rewel cuma kalah disektor kelistrikan, akinya udah tekor hehehe

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *