Tahun Baru, Riding Santai ke Lereng Gunung Merapi

Well, tepat di Tahun Baru 2015 kemarin saya sempatkan riding dengan Si Belalang Tempur. Ke mana tujuannya? Yang dekat-dekat aja kok, di lereng Gunung Merapi, tepatnya ya di Kaliadem, lokasi yang terkenal sebagai rumah Mbah Marijan.

Riding santai ini dimulai dari rumah di Banguntapan, melewati ring road timur, kemudian dilanjutkan ke Babarsari, ring road utara dan Jalan Kaliurang. Nah, dari Jalan Kaliurang ya tinggal lanjut ke arah Kaliadem. Kondisi jalan siang itu ramai lancar dengan cuaca cerah. Tumben banget lho padahal cuaca di Jogja belakangan ini lebih sering hujan, tapi di Tahun Baru bisa clear.

Kaliadem memang salah satu tempat favorit saya di Jogja untuk sekadar bersantai, melepas penat, sambil menghirup udara pegunungan yang sejuk. Apalagi jaraknya relatif dekat dengan rumah, hanya sekitar 35 kilometer saja, dengan kondisi jalan yang tidak ekstrem sama sekali untuk kategori daerah pegunungan. Tapi tetap ada sisi menantangnya kok kalau memang mau menjelajahi jalur off road di sekitar lereng Gunung Merapi di Kaliadem ini.

Merapi_004

Hanya kurang dari satu jam perjalanan saya sudah sampai di Kaliadem. Rupanya pengunjung yang datang ke area lava tour ini tergolong ramai banget lho. Oh ya, untuk masuk ke kawasan Kaliadem pengunjung hanya perlu bayar retribusi Rp 2.000 dan uang parkir Rp 2.000 aja kok.

Bagi pengunjung yang membawa kendaraan roda empat atau motor selain trail, ada baiknya menyewa mobil 4WD atau motor trail Kawasaki KLX 150 untuk berkeliling menikmati keindahan alam lereng Merapi. Yup, persewaan mobil dan motor yang bisa melibas berbagai kondisi ini memang menjadi daya tarik tersendiri. Kalau saya lihat, mulai dari bapak-bapak, anak muda, hingga mbak-mbak pada nyewa motor KLX 150 untuk berkeliling Kaliadem. Pastinya seru banget dong!

Nah, kalau saya sih niatnya memang hanya ingin bersantai saja. Jadi ya cuma nongkrong di sebuah warung yang posisinya paling atas sambil minum kopi panas. Joss banget lah. Menariknya lagi, walaupun pengunjung Kaliadem cukup ramai, namun kebanyakan pengunjung lebih senang melakukan lava tour dengan motor trail maupun mobil 4WD. Sementara di area warung sepi om! Jadi lebih nyaman lagi lah bersantai di sini.

Setelah cukup puas nongkrong sambil minum segelas kopi, saya coba keliling ke salah satu spot paling dekat dengan Merapi yang bisa diakses kendaraan. Di spot itu mestinya bisa melihat Gunung Merapi dengan jelas. Saat menuju ke sana, Merapi masih terlihat sangat jelas walaupun di sisi lain sudah sangat mendung. Saya sih berharap sampai di lokasi sebelum hujan, paling tidak bisa mengabadikan pemandangan Gunung Merapi yang keren itu tanpa penghalang. Sayangnya baru setengah jalan malah sudah turun hujan, Merapi juga sudah nggak terlihat sama sekali. Ya sudahlah, pasang jas hujan dan turun saja meninggalkan Kaliadem. Tapi nyatanya sampai di Pakem hingga rumah cuaca masih sangat cerah. Berarti ya memang cuma hujan lokal aja di lereng Merapi.

Contact Me:

About these ads

Leave a Reply