Membandingkan Proses Pembayaran Pajak Kendaraan Antara di Jogja dan Surabaya

Mas bro… Dalam waktu beberapa hari terakhir ini saya memang disibukkan dengan urusan pembayaran pajak kendaraan bermotor. Setidaknya ada tiga motor yang pajaknya jatuh tempo di bulan April 2016. Yang bikin agak rempong, dua motor (Kawasaki Ninja 150 dan Kawasaki KLX150L) proses pajaknya dilakukan di Jogja, sedangkan satu motor lainnya (Yamaha Mio) cukup di Surabaya saja. Jadi memang beberapa hari lalu saya sempat pergi ke Jogja untuk membayar pajak dua motor Kawasaki dan hari ini juga baru selesai bayar pajak motor Yamaha Mio di Surabaya. Dari dua tempat pembayaran pajak kendaraan, ternyata proses antara di Jogja dan Surabaya memiliki perbedaan. Apa perbedaannya? Yuk Simak!

Untuk membayar pajak kendaraan bermotor, memang masing-masing provinsi sudah menyediakan berbagai kemudahan. Pembayaran pajak bisa dilakukan di Kantor Samsat secara langsung, bisa di Samsat Corner yang ada di mall, bisa dilakukan di Samsat Keliling, dan bisa juga membayar pajak kendaraan di bank-bank yang sudah bekerja sama dengan pihak Samsat.

Ketika membayar pajak tahunan duo Kawasaki di Jogja, saya memilih melakukannya di Bank BPD DIY Cabang Giwangan. Di sana memang ada loket khusus Samsat yang berfungsi sebagai tempat pembayaran pajak kendaraan. Sayangnya, berdasarkan pengalaman saya, pembayaran pajak di Jogja ini masih sedikit ribet. Kenapa? Untuk membayar pajak kendaraan kita masih terlalu banyak persyaratan, antara lain satu lembar fotokopi BPKB, satu lembar fotokopi STNK, satu lembar foto kopi surat ketetapan pajak daerah kendaraan bermotor di tahun sebelumnya, satu lembar fotokopi KTP, serta membawa BPKB asli, STNK asli, surat ketetapan pajak daerah tahun sebelumnya yang asli, dan KTP asli. Itu wajib hukumnya. Kalau bingung dengan yang namanya surat ketetapan pajak daerah, ini adalah slip yang biasanya ada di balik STNK.

Proses pembayaran pajak di Bank BPD DIY ini sebenarnya sudah cukup simple. Cuma persyaratannya saja yang biking rempong. Saya hanya perlu antre di tempat duduk yang disediakan. Ketika sudah sampai pada giliran, saya menyerahkan syarat-syarat yang diperlukan tadi kepada petugas untuk dilakukan koreksi. Setelah dikoreksi, BPKB asli dan KTP asli dikembalikan, sedangkan yang lainnya diambil. Koreksi berkas sudah selesai, kemudian saya bergeser membayar di kasir yang berada persis di sebelah loket penyerahan berkas. Selesai membayar, saya mesti nunggu dulu sampai mendapatkan panggilan untuk penyerahan STNK asli dan surat ketetapan pajak daerah yang baru.

Kurang lebih saya memerlukan waktu 30-40 menit sejak datang antre, hingga menyelesaikan seluruh proses pembayaran pajak kendaraan di Bank BPD DIY. Itupun karena beruntung datang pagi-pagi banget jadi antrenya nggak terlalu lama. Bahkan sebelum jam 08.00, petugas belum siap, saya sudah sampai di lokasi untuk mengantre.

Perlu diingat, pembayaran pajak kendaraan bermotor di Bank BPD DIY harus menyertakan BPKB asli. Tanpa BPKB yang asli, mas bro nggak akan bisa dilayani di sini. Terus gimana kalau motor masih kredit maupun BPKB jadi jaminan pihak bank atau leasing? Mas bro perlu bawa surat keterangan dari pihak leasing atau bank bahwa BPKB itu masih menjadi jaminan dan membawa fotokopi BPKB yang sudah dilegalisir oleh pihak leasing atau bank. Kemudian pembayaran pajak bisa dilakukan di Kantor Samsat langsung, Samsat Corner, atau Samsat Keliling alias nggak bisa bayar di Bank BPD DIY. Jelas kan?

Bagaimana dengan pembayaran pajak kendaraan bermotor di Surabaya? Harus diakui pembayaran pajak kendaraan bermotor di Surabaya jauh lebih simple dibandingkan dengan di Jogja. Saya melakukan pembayaran pajak kendaraan bermotor di Kantor Samsat Kenjeran. Datang sudah agak siang pun nggak ada antrean yang berarti. Syarat pembayaran pajak tahunan kendaraan bermotor di Surabaya pun sangat mudah. Kita hanya perlu membawa STNK asli dan KTP asli. Cukup itu saja… Nggak perlu bawa BPKB, dan nggak perlu fotokopi STNK maupun KTP.

Samsat-Kenjeran-Surabaya-002

Step pertama, saya hanya perlu mengambil berkas pajak tahunan kendaraan bermotor di ruangan yang ada di sudut luar bagian belakang ruang utama Kantor Samsat. Dari sini saya kemudian masuk ke ruang utama Kantor Samsat dan menyerahkan berkas pendaftaran tadi bersama dengan STNK asli dan KTP asli ke bagian informasi untuk dikoreksi. Berkas pendaftaran nggak perlu diisi kok. Hanya perlu menuliskan nomor polisi kendaraan, itupun sudah diisikan oleh petugas di bagian informasi.

Langkah berikutnya adalah ke bagian penyerahan berkas. Di sini lagi-lagi berkas yang cuma selembar kertas pendaftaran, STNK, dan KTP kembali dikoreksi. Seluruh berkas diambil, kecuali KTP karena hanya berfungsi untuk koreksi saja. Dari loket penyerahan berkas saya bergeser ke kasir untuk melakukan pembayaran. Setelah membayar di kasir, saya sudah mengantongi surat ketetapan pajak daerah yang digunakan untuk mengambil lembar STNK asli di loket yang ada di pojok. Nggak perlu menunggu lama, STNK asli dan surat ketetapan pajak daerah sudah di tangan. Seluruh proses dari pengambilan berkas hingga menerima STNK dan surat ketetapan pajak daerah hanya membutuhkan waktu antara 7-10 menit saja. Amat sangat cepat!

Samsat-Kenjeran-Surabaya-003

Mungkin Samsat di Jogja perlu menerapkan sistem seperti di Surabaya ini sehingga proses pembayaran pajak nggak begitu repot dan nggak memakan waktu yang lama. Cuma minusnya di Samsat Kenjeran masih banyak calo berkeliaran, terutama di area parkir kendaraan. Mungkin hal seperti ini juga lumrah sih di kantor-kantor Samsat yang lainnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *