Empat Alasan Kenapa BMW G 310 R Tidak Menarik Dipinang

Seperti mas bro ketahui, BMW G 310 R merupakan motor naked sport yang dikembangkan langsung oleh BMW Motorrad. Namun, produksi motor ini diserahkan oleh BMW Motorrad kepada pabrikan India, TVS. Alasannya sih jelas banget mas bro, biar harga BMW G 310 R kompetitif dalam melawan pesaingnya seperti KTM Duke 390, Kawasaki Z300, Honda CB300F, maupun Yamaha MT-03, khususnya di pasar negara-negara berkembang di Asia maupun Amerika Selatan.

Dari segi desain, BMW G 310 R tergolong menarik, moge look, khas motor Eropa. Walaupun mesinnya hanya 313 cc, tapi rasanya nggak akan jomplang kalau dijejerkan dengan motor bermesin lebih besar sekelas 500 cc maupun 650 cc. Spesifikasi mesinnya pun nggak bisa dibilang buruk. Kenapa? BMW G 310 R menggendong mesin berkapasitas 313 cc satu silinder, DOHC, 4-stroke, 4-valve, berpendingin cairan yang disambungkan ke roda melalui transmisi manual 6-percepatan. Mesin itu sanggup mengeluarkan tenaga maksimal 34 HP dan torsi maksimal 28 Nm. Lumayan banget kan? Di balik desainnya yang keren dan spesifikasi di atas kertas yang oke, namun menurut saya ada empat alasan kenapa BMW G 310 R kurang menarik untuk dipinang. Apa saja? Yuk simak mas bro!

BMW-G-310-R-006

Kapasitas tangki bahan bakar 11 liter

Meskipun terlihat gambot, rupanya kapasitas tangki bahan bakar BMW G 310 R nggak terlalu besar mas bro, hanya 11 liter saja. Menurut saya kapasitas tangki bahan bakar sebesar ini masih terlalu kecil untuk motor dengan mesin 313 cc. Mungkin bakal lebih ideal kalau BMW G 310 R memiliki tangki bahan bakar berkapasitas 15-17 liter. Paling nggak biar rider nggak perlu rajin-rajin mampir ke SPBU.

Hanya menerima bahan bakar dengan RON 95

Berdasarkan spesifikasi, BMW G 310 R minimal diberi bahan bakar dengan nilai oktan (RON) 95. Kalau di Indonesia spesifikasi bahan bakar kayak gini sekelas Pertamax Plus atau Shell V-Power. Mungkin kalau di Eropa atau negara maju nggak masalah menggunakan bahan bakar dengan RON 95 karena di sana sudah menjadi standar minimal. Tapi gimana dengan di negara berkembang termasuk Indonesia? Masih sulit!! Kebanyakan bahan bakar RON 95 baru tersedia di kota-kota besar. Itu pun nggak merata di semua SPBU. Bakal lebih baik kalau BMW G 310 R bisa diisi dengan bahan bakar RON 92 alias sekelas Pertamax yang sebarannya sudah mulai merata sampai ke pelosok.

Kecepatan maksimal hanya 140 km/jam

BMW G 310 R memang memiliki mesin yang besar dengan kapasitas 313 cc. Tenaga di atas kertas juga tergolong nampol mencapai 34 HP dengan torsi 28 Nm. Melihat spesifikasi seperti itu tentu banyak konsumen yang berharap BMW G 310 R bisa melesat dengan kencang. Faktanya, kecepatan puncak BMW G 310 R dibatasi hanya sampai 140 km/jam saja. Kalau di Indonesia mungkin bisa jadi bahan bully karena kecepatan segitu bisa ditembus oleh motor dengan kapasitas mesin 150 cc, walaupun mesin 150 cc pasti bakal lebih lama mencapainya. Sebagai perbandingan, Benelli TNT 250, Kawasaki Z250, Kawasaki Z250SL, dan Yamaha MT-25 saja nggak akan kesulitan menembus kecepatan 140 km/jam. Malah di atas 150 km/jam pun bisa!

Harganya di Indonesia bakal mahal banget!

BMW G 310 R produksinya sengaja diserahkan ke TVS agar harganya kompetitif. Mungkin itu applicable di negara lain, tapi nggak buat di Indonesia. Kenapa? Di negara kita tercinta ini motor dengan kapasitas mesin di atas 250 cc sampai 500 cc dikenakan PPN BM 60 persen, dan BMW G 310 R masuk di dalamnya. Ketika masuk ke Indonesia nanti, harga BMW G 310 R dipastikan sangat tinggi. Malah petinggi Maxindo Moto Nusantara (distributor resmi BMW Motorrad di Indonesia) pernah mengungkapkan kalau BMW G 310 R sangat mungkin dibandrol di bawah Rp 200 juta. Artinya, motor ini berpeluang dihargai di antara Rp 100-200 juta. Sebagai perbandingan, Kawasaki Ninja 300 sekarang ini dibandrol dengan harga nyaris Rp 90 juta, sementara harga KTM Duke 390 harganya sekitar Rp 125 juta. Kalau feeling saya harga BMW G 310 R bakal head-to-head dengan KTM Duke 390, sama-sama merek Eropa yang produksinya dilakukan di India (plant Bajaj).

BMW-G-310-R-004

2 thoughts on “Empat Alasan Kenapa BMW G 310 R Tidak Menarik Dipinang”

  1. sekarang lagi naksir Cruiser Sport disebelah kanan itu kang, gak sabar nunggu tanggal launching dan dibawa ke sini….

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *